Mengenal 7 Jenis Upacara Adat Lampung yang Berkembang dan Dipertahankan Sampai Sekarang

Indonesia memiliki 34 jumlah provinsi. Salah satunya yaitu provinsi Lampung, ibukota Bandar Lampung. 

Bandar Lampung menjadi salah satu pusat penghubung dan pintu masuk ke Sumatera dari Pulau Jawa.

Sementara itu, Lampung memiliki ragam budaya yang terdiri dari, pakaian daerah (kain tapis), arsitektur bangunan (nuwo sesat), senjata tradisional (badik Lampung, keris Lampung), budaya (suku Lampung), seni tari (tari bendrong lesung), seni musik (gamolan pekhing), seni pertunjukan (tradisi sekura), seni tari (tari sembah sigeh pengunten), wisata religi (masjid al-anwar) dan upacara adat.

Hal ini dikarenakan Lampung adalah salah satu daerah transmigrasi sehingga banyak arus pendatang hilir mudik di provinsi ini. 

Namun, kali ini saya akan membahas tentang upacara adat Lampung. 

Yuk simak ulasan berikut!

Nama-Nama Upacara Adat Lampung

Upacara adat ini sendiri memiliki ciri khas tersendiri daripada dengan tradisi daerah lain. 

Dari ciri khasnya akan memberikan banyak dampak positif bagi daerah setempat, salah satunya yaitu untuk meningkatkan jumlah pendapatan daerah Lampung akibat jumlah turis yang datang akan terus mengalami kenaikan. 

Berikut macam-macam upacara adat Lampung, yakni:

1. Upacara Adat Djujor

Upacara adat Lampung yang pertama yaitu djujor. Djujor merupakan ritual adat pernikahan di Lampung dengan mengambil muli atau gadis. 

Gadis tersebut diambil oleh mekhanai atau pria bujang untuk dijadikan istri. Lalu, pria dan keluarganya harus membayar mahar (bandi lunik) kepada wali wanita. 

Selain itu, wanita juga punya permintaan yang disebut dengan kiluan, artinya yang akan menjadi haknya dan harus dipenuhi oleh pria.

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakannya, yakni secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. 

Pada cara terang-terangan, yakni pria langsung mendatangi rumah gadis tersebut dan langsung melamarnya. 

Sedangkan, cara sembunyi-sembunyi yaitu saat pria telah melarikan gadis ke rumahnya. 

Lalu, saat di rumah pria, kepala adat akan melaporkannya kepada keluarga gadis bahwa anak mereka sudah hilang. Hal ini bertujuan untuk dipersunting. 

Namun, ada juga keharusan pria membawa 24 macam kue adat untuk keluarga gadis. Kemudian, mahar harus dibayarkan oleh kepala adat pihak gadis tersebut secara kontan.

2. Upacara Adat Kukhuk Limau

Bagi masyarakat di Lampung, Upacara adat kukhuk limau ini mengiringi prosesi kehamilan seorang perempuan yang harus dilakukan. 

Hal ini bertujuan supaya orang tua mendapatkan keturunan sesuai dengan yang diinginkan. Upacara adat ini memiliki tiga tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. 

Untuk tahap persiapan, utusan dari keluarga ibu hamil akan pergi ke tokoh dan menyediakan bunga tujuh macam, rotan, jeruk purut dan lain sebagainya. 

Dalam melaksanakannya, tokoh tersebut nantinya akan membacakan ayat suci Al-Qur’an dan menjelaskan tentang pantangan apa saja yang dilarang agar nggak dilakukan. 

Pantangan tersebut berupa, nggak boleh tidur saat siang hari, nggak boleh keluar rumah saat Dzuhur dan Magrib, nggak boleh duduk di tanah, nggak boleh makan buah yang bergetah dan lain sebagainya.

3. Upacara Adat Gawi

Upacara adat Lampung selanjutnya yaitu gawi. Pada umumnya, upacara adat gawi sering dilakukan oleh masyarakat Lampung yang memiliki ekonomi mapan. 

Hal ini disebabkan karena membutuhkan biaya yang sangat banyak. Sangat jarang sekali masyarakat dengan ekonomi yang lemah membuat acara ini. 

Karena upacara adat ini tergolong sebagai upacara yang termegah sepanjang sejarah dari tradisi lainnya. 

Maka kebanyakan yang berprofesi sebagai pengusaha dan pejabat yang dipercaya dapat membuat perhelatan upacara Gawi ini. 

Upacara adat ini bertujuan sebagai wujud atau bentuk rasa syukur atas segala nikmat dari sang pencipta. Biasanya, upacara ini berlangsung selama 10 hari. 

Dengan begitu, para tamu, tokoh adat dan masyarakat yang baru berdatangan di tiga hari terakhir sampai puncak acara. 

Biasanya, para tamu yang datang akan membawa berbagai bentuk persembahan berupa kerbau, sapi, uang, telur dan lain sebagainya. 

Dengan lamanya upacara ini banyak tamu yang diundang membuat prosesi ini nggak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

4. Upacara Adat Ngumbai Lawok

Tradisi ngumbai lawok adalah salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat pesisir yang ada di Lampung. 

Upacara adat ini  bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah dan meminta keselamatan saat sedang berlayar kedepannya. 

Selain itu, ada juga seekor kerbau atau sapi yang dijadikan sebagai tumbal dalam upacara adat ini untuk simbol ungkapan rasa terima kasih dari para nelayan. 

Biasanya, tradisi ini lakukan setiap tahun sekali oleh masyarakat setempat. 

Ciri khasnya berada di tempat utama pada upacara ini yang akan dilaksanakannya di titik yang berbeda supaya masyarakat setempat mengenal banyak objek wisata yang ada di daerah tersebut. 

Dengan begitu, mampu menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung.

5. Upacara Adat Nayuh

Tayuh adalah salah satu upacara adat yang berasal dari Lampung. Biasanya, upacara adat ini dilaksanakan oleh keluarga besar saat acara adat atau perayaan adat. 

Namun,bukan hanya masyarakat lokal saja yang melakukan saat pernikahan dengan upacara aini, tetapi upacara ini juga dilakukan saat khitanan anak, mendirikan rumah, pesta panen dan nettah adoq. 

Pada saat rapat keluarga atau rapat adat akan membahas tentang tayuhan yang disebut dengan himpun. Himpun biasa dilakukan sebelum dilaksanakannya tayuhan dan pangan. 

Dengan upacara inilah baru dipertunjukkan penggunaan perangkat dan alat-alat adat seperti piranti adat di atas (di lamban) atau piranti adat di bah (arak arakan). 

Para penggunaan alat tersebut akan disesuaikan dengan hukum adat yang berlaku dengan status adok atau gelar adat yang disandangkan.

6. Upacara Adat Manjau Pedom

Upacara adat Lampung selanjutnya yaitu manjau pedom. Upacara adat bertamu yang digunakan pihak keluarga pria untuk menginap di rumah pihak wanita saat ijab kabul telah selesai. 

Hal ini sangat penting dilakukan dalam adat manjau pedom agar dapat menjalin hubungan silaturahmi antar keluarga pihak mempelai pria dan wanita. 

Sehingga akan terjalin hubungan saudara yang cukup kuat dan saling tolong menolong antar kedua keluarga tersebut. 

Walaupun nggak tahu apakah pihak wanita tersebut menyetujui jika calon mempelai pria menginap dirumah. 

Karena, menurut agama Islam, nggak diwajibkan. Akan tetapi, kebiasaan ini telah menjadi budaya yang tumbuh di kalangan masyarakat Lampung.

7. Upacara Adat Balimau

Upacara adat Lampung yang terakhir yaitu balimau. Saat datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Lampung memiliki tradisi mandi bersama yang bernama balimau. 

Tradisi ini dilangsungkan dengan menggunakan bermacam aroma wangi-wangian yang bercampur dengan perasan limau. Setiap orang yang melaksanakan upacara adat ini, maka dianggap sudah membersihkan diri.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang upacara adat Lampung yang memiliki ciri khasnya sendiri dan masih dilestarikan hingga saat ini. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.