Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat
wikimedia.org

5 Jenis Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat yang Sangat Populer

alat musik tradisional sulawesi barat – Sulawesi Barat atau sering disingkat dengan Sulbar adalah sebuah provinsi Indonesia yang letaknya di bagian barat Sulawesi.

Pada tanggal 5 Oktober 2004, provinsi ini sudah diresmikan dengan mempunyai luas wilayah sekitar 16.769,19 km. Kemudian ada berbagai jenis suku bangsa seperti Suku Mandar, Jawa, Toraja, Bugis, Makassar, Melayu, Banjar dan suku lainnya.

Bentuk kesenian yang bisa dijumpai di provinsi Sulawesi Barat yaitu tari tradisional sampai alat musik tradisional.

Namun kali ini saya akan membahas tentang alat musik tradisional yang ada di Sulawesi Barat dengan memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. 

Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Selain keindahan alamnya, provinsi Sulawesi Barat berupa juga memiliki budaya dan kesenian yang unik dengan beraneka ragam.

Salah satunya alat musik tradisional yang  terdiri dari berbagai jenis alat musik dapat dimainkan dengan cara ditiup, tabuh dan petik. Berikut ini beberapa jenis alat musik tradisional khas Sulawesi Barat, yaitu:

1. Popondi ( Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat Terbuat dari Tempurung)

Popondi
i0.wp.com

Popondi (tolindo) merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Bahan yang digunakan untuk membuatnya yaitu kayu, senar dan tempurung kelapa.

Tempurung kelapa tersebut berfungsi untuk resonator. Jika dilihat secara sekilas, alat musik ini mirip seperti siter berdawai satu. Dalam permainan, alat musik ini dimainkan secara individu maupun tunggal.

Biasanya alat musik ini digunakan saat para petani mengadakan pesta panen dan pengisi waktu senggang untuk para remaja. Bentuknya mirip seperti busur atau tanduk kerbau yang bertumpu pada tempurung kelapa.

Kemudian, dan di ujung bagian atas tanduk dipasang 1 senar. Teknik memainkannya cukup mudah, yaitu dengan cara dipetik menggunakan jari.

See also  10 Upacara Adat Jawa Timur yang Terkenal Di Indonesia

2. Kecapi Mandar

Kecapi Mandar
istov.de

Alat musik kecapi bukan hanya ada di pulau Jawa saja, melainkan bisa ditemukan  di Sulawesi Barat. Banyak masyarakat Sulawesi Barat menamakan alat musik ini sebagai kecapi Mandar.

Namun bagi masyarakat setempat menamakannya sebagai Kecapi Tobaine. Sayangnya, alat musik ini cukup sulit untuk ditemukan, bahkan yang dapat memainkannya cuma beberapa orang saja.

Dalam permainan, alat musik ini tidak diajarkan secara luas namun secara turun-temurun saja. Jadi nggak heran jika sedikit orang yang dapat memainkan alat musik ini.

Biasanya, orang yang sudah mahir dalam memainkan alat musik ini akan menjadi pengisi sebuah acara khusus.

Bentuk kecapi ini hampir mirip dengan kecapi lainnya, namun sedikit melengkung. Hal tersebut disebabkan karena yang memainkannya perempuan. 

3. Sattung

Sattung
wikimedia.org

Sattung merupakan alat musik tradisional Sulawesi Barat yang masuk ke dalam alat musik petik. yang terbuat dari bambu kering. Istilah sattung diambil dari kata “kalipattung” yang artinya katak yang berbunyi saat hujan turun di waktu malam.

Dalam sejarah diceritakan bahwa Tomakaka Tinunjungan beristirahat menggunakan pondok kecil di puncak gunung. Pada saat peristirahatannya, ia mendengar suara seperti kalipattung.

Tomakaka Tinunjungan pun mempunyai inisiatif untuk menirukan suara tersebut dengan membuat alat yang bisa mengeluarkan suara seperti kalipattung. Nah, alat tersebut dinamakan sattung.

Sementara itu, nama Tinunjungan dijadikan sebagai nama sebuah wilayah yang ada di sekitar 1 km dari Dusun Limboro, Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Wilayah tersebut masih menjadi sebuah wilayah Kerajaan Balanipa.

Awal perkembangannya, alat musik ini dimainkan untuk media hiburan di waktu senggang. Dengan berjalannya  waktu, alat musik ini pun sudah dimainkan sebagai instrumen untuk mengiringi upacara pelantikan raja di Kerajaan Balanipa.

See also  11 Upacara Adat Kalimantan Timur yang Cukup Populer Saat Ini

Lama kelamaan, sattung nggak aktif lagi dimainkan seperti biasanya, namun cuma dimainkan sebagai instrumen pelengkap dalam pertunjukan “Orkes Toriolo”.

Bahan utama dalam pembuatannya dari bambu kering, semakin panjang ruas bambunya maka semakin bagus juga kualitas suara yang dihasilkan.

Untuk prosesnya, dilakukan dengan memotong bambu terlebih dahulu namun disesuaikan dengan panjang 1 ruas bambu. Sehingga tulang bambu tersebut tetap melekat dan kedua ujungnya masih tertutup.

Kemudian, bagian ujung tersebut diikat dengan teratur supaya nggak rusak saat kulit bambu dicungkil sampai 3 kali. Setelah itu, hasil cungkilan tersebut diberi greff atau pengganjal senar satu ujung ke ujung lainnya.

Pada bagian tengahnya  dibuat lubang sebagai ruang resonansi bunyi, kemudian di bagian tengahnya dipasang kayu tipis untuk tempat memetik dawai.

Untuk menciptakan efek vibrator atau getaran suara, maka lubangi bagian tulang yang terdapat di sebelah kiri.

4. Pompang

Pompang alat musik tradisional sulawesi barat
mandarnesia.com

Salah satu alat musik tradisional masyarakat Mamasa wilayah Sulawesi Barat, yaitu Suling Pompang.

Alat musik ini terbuat dari potongan bambu yang diukir semenarik mungkin  sehingga menjadi alat musik yang menghasilkan suara dan nada diatonis seperti instrumen musik barat lainnya.

Untuk memainkannya dengan cara ditiup dan disajikan dalam bentuk ansambel musik orkestra yang melibatkan banyak musisi di dalamnya. Keberadaan ansambel musik tersebut sangat erat dengan kehidupan masyarakat Mamasa Sulawesi Barat.

Sampai sekarang pun, alat musik ini sangat dijaga oleh masyarakat setempat, karena sudah menjadi salah satu identitas atau kesenian budaya masyarakat Mamasa.

Hal itu tersebut bisa dibuktikan pada acara budaya yang telah menampilkan kesenian tradisi, akan tetapi kehadiran musik ini sangat jauh berbeda dengan alat musik tradisional pada umumnya yang ada di masyarakat pesisir.

See also  11 Jenis Upacara Adat Betawi Menyangkut Hidup Masyarakat

Selain daerah Mamasa sendiri, kesenian tersebut juga bisa dijumpai di wilayah masyarakat Tana-Toraja Sulawesi Selatan dan Kalumpang Sulawesi Barat.  

Keberadaan kesenian alat musik ini pun sudah mulai tumbuh dan berkembang di wilayah pegunungan, namun di wilayah pesisir cukup sedikit masyarakat yang belum mengetahui kesenian ini.

Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya minat masyarakat pesisir, apalagi para seniman yang berperang di pengembangan musik tradisi untuk mencari, belajar dan mengembangkan alat musik ini.

Ketidaktahuan ini juga dapat diakibatkan oleh kurangnya minat pada alat musik tiup, sehingga musik yang ada di masyarakat pesisir lebih banyak didominasi oleh instrumen musik yang dimainkan dengan cara ditabuh dan petik.

5. Calong

Calong alat musik tradisional sulawesi barat
pariwisataindonesia.id

Alat musik tradisional Sulawesi Barat yang terakhir yaitu calong. Namanya mirip seperti alat musik calung yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini dibuat dari bilah bambu yang dirakit kuat ke atas buah kelapa, sehingga bentuknya seperti mangkuk.

Fungsi buah kelapa tersebut sebagai wadah keluarnya bunyi, sedangkan bambu tersebut dapat menghasilkan suara nada yang khas.

Namun perlu diketahui bahwa, alat musik ini hanya mempunyai 4 nada sederhana, namun saat ini sudah dimodifikasi sehingga dapat menghasilkan berbagai macam nada.

Dulu, alat musik ini biasanya dimainkan solo atau individu. Namun saat ini, sudah sering dimainkan oleh beberapa orang dalam satu kesempatan.

Demikianlah 5 jenis alat musik tradisional khas Sulawesi Barat yang cukup populer di kalangan masyarakat setempat. Namun, setiap alat musik tersebut memiliki berbagai macam keunikan dan ciri khas yang berbeda-beda, salah satunya yaitu dari kultur alat musik tradisional. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *