11 Jenis Upacara Adat Betawi Menyangkut Hidup Masyarakat

Indonesia memiliki suku dengan bentuk, tujuan yang berbeda-beda. Salah satunya yaitu suku betawi. 

Masyarakat Betawi memiliki ciri khas yang kuat dalam memegang adat istiadat atau ajaran agamanya. 

Betawi juga memiliki beberapa upacara adat yang sampai sekarang masih dilakukan. 

Secara umum, upacara adat tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni upacara adat yang menceritakan tentang perjalanan hidup dan upacara adat yang menceritakan tentang kemasyarakatan atau lingkungannya. 

Macam-Macam Upacara Adat Betawi

Upacara adat adalah salah satu bentuk keragaman budaya Indonesia yang dilakukan setiap daerah sesuai dengan tradisinya masing-masing. Berikut ini macam-macam upacara adat betawi, yaitu:

1. Upacara Adat Palang Pintu Pernikahan

Upacara adat Betawi pertama yaitu palang pintu pernikahan. Pada awal waktu, diadakannya upacara besanan, lalu pengantin pria diantar ke rumah pengantin wanita. 

Namun, dengan melalui upacara kenal yaitu yang dijawab dengan irama pantun dan diiringi dengan irama rebana dan lagu-lagu marhaban. 

Lalu, diikuti barisan sejumlah kerabat yang sedang membawa sejumlah seserahan seperti roti buaya melambangkan kesetiaan abadi, sayur-mayur, uang, jajanan khas dan lain sebagianya. 

Pada saat itu, pengantin laki-laki sudah dibolehkan masuk rumah untuk menemui pengantin wanita dan duduk bersanding. 

Saat upacara ini selesai, maka pengantin wanita bisa mengikuti suaminya kembali ke rumahnya. Selain itu, ditambah lagi dengan pertunjukkan adu silat merupakan adegan yang selalu muncul di palang pintu perkawinan.

Palang pintu perkawinan menjadi salah satu proses yang harus dilalui oleh kedua mempelai saat menjelang pernikahannya. 

2. Upacara Seputar Kehamilan

Upacara seputar kehamilan ini sering disebut dengan aqiqah. Aqiqah merupakan salah satu upacara selamatan pemberian nama bayi dan rambut bayi. 

Dimana, upacara ini diharuskan satu ekor kambing untuk perempuan dan dua ekor kambing untuk laki-laki. 

Kemudian, hasil dari rambut yang sudah dipotong akan di kumpulkan dan di timbag dengan ukurran gram. Jika jumlah timbangannya 6 gram, maka bayi tersebut diberi nama dan ia akan membeli emas sebanyak 6 gram. 

Lalu, jumblah uang untuk membeli emas akan di sumbangkan ke pada fakir miskin atau yatim piatu. Biasanya, upacara ini dilakukan saat bayi sudah putus tali pusarnya. 

Masyarakat Betawi akan melakukan kerik tangan, artinya serah terima tugas antara perawat bayi kepada ibunya. 

Acara tersebut dimulai dengan shalawat yang dilanjutkan dengan pencucian tangan perawat dan diikuti oleh ibu bayi.

3. Upacara Adat Bali Pindah Rumah

Upacara adat Betawi ketiga yati pindah rumah. Bagi masyarakat Betawi, prosesi pindah adalah suatu proses yang sakral. 

Perpindahan rumah bukan hanya sekedar proses biasa, namun menandakan dimulainya kehidupan baru untuk generasi dalam suatu keluarga. 

Biasanya, saat upacara adat ini mengundang para tetangga, tokoh adat, alim ulama, dan lain sebagainya. 

Dengan harapan supaya ditempat yang baru keluarga tersebut akan diberikan keberkahan serta kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

4. Acara Adat Khitanan

Ketika anak laki-laki beranjak remaja, khitan sudah menjadi salah satu tradisi dan kewajiban agama yang harus dilakukan. 

Dalam suku Betawi, acara adat ini terbagi ke dalam 3 tahap, yakni mengarak, menyunat dan selamatan. 

Biasanya, mengarak dilakukan dengan membawa anak yang akan disunat mengelilingi kampung. 

Adapun acaranya dilangsungkan sore hari yang diiringi dengan barisan rebana dan pencak silat. Besok harinya, anak tersebut dimandikan terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan proses sunatan. 

Bahkan, acara tersebut ditutup dengan selamatan yang dilengkapi dengan aneka hiburan kesenian rakyat, tamu undangan dari keluarga maupun tetangga terdekat.

5. Upacara Adat Nujuh Bulanan

Upacara adat Betawi selanjutnya adalah nujuh bulanan. Biasanya, upacara ini bertujuan agar mendapatkan rasa aman, mensyukuri nikmat Tuhan, memohon pada yang Maha Kuasa. 

Selain itu, bertujuan untuk pemberitahuan tentang akan hadirnya seorang anggota baru tengah mereka. 

Tradisi ini juga memiliki makna, yaitu harapan supaya anak yang lagi dikandung akan lahir dengan selamat. 

Waktu upacaranya  ditentukan dengan menurut perhitungan bulan Arab yang berpatokan pada bilangan tujuh, yakni di bulan ketujuh kehamilan. 

Lalu, tanggal yang ditentukan dapat dipilih misalnya pada tanggal 7, 17, atau 27. Namun, upacara ini dilakukan saat pagi hari dan dilaksanakan saat kehamilan anak yang pertama saja.

6. Upacara Adat Sedekah Bumi

Biasanya, upacara adat sedekah bumi sering dilakukan oleh masyarakat Betawi khususnya Jakarta Timur. 

Upacara ini bertujuan untuk rasa hormat dan wujud syukur atas melimpahnya hasil bumi yang didapatkan oleh masyarakat. 

Oleh sebab itu, para masyarakat akan memberikan sedekah seperti makanan, minuman, buah-buahan, tahlilan, hiburan dan lain sebagainya di beberapa sudut tempat masyarakat tinggal.

7. Upacara Adat Bikin Rume

Upacara bikin rume disebut dengan buat rumah baru yang diadakan saat ada warga yang ingin membangun rumah baru. 

Upacara ini sering dilakukan supaya rumah yang akan didirikan akan terus membawa berkah dan dijauhkan dari musibah. 

Lalu, saat itu juga dilakukannya penentuan tata letak rumah sesuai dengan aturan tradisi yang berlaku di daerah Betawi ini.

8. Upacara Adat Kematian

Biasanya, upacara adat kematian ini sering dilakukan oleh masyarakat Betawi dari rawat sesuai dengan ajaran islam. 

Mulai dari dimandikan, dikafani, disholatkan lalu dikuburkan yang dilakukan oleh kaum pria. 

Pada kaum wanita tinggal di rumah menyediakan sedekahan untuk acara tahlil yang dilakukan saat malam pertama hingga malam ketujuh dan dilanjutkan dengan malam keempat puluh.

9. Upacara Adat Mangkeng

Selain upacara adat diatas, ada juga prosesi adat Betawi dinamakan upacara mangkeng. Biasanya, upacara ini dilakukan oleh pemilik rumah yang sedang mengadakan pesta. 

Istilah mangkeng diambil dari kosa kata pangkeng yang artinya kamar. 

Upacara adat ini dilakukan oleh orang yang mempunyai ilmu spiritual khususnya yang bertugas sebagai pembaca doa untuk kelancaran pesta yang diadakan. 

Selain itu, dilakukan oleh orang yang mencatat sumbangan yang diberikan dari tamu pesta. 

Setelah acara tersebut selesai, maka mangekeng akan memberikan laporan yang keluar masuk sumbangan dari tamu pesta kepada pemilik rumah.

10. Upacara Adat Melepas Perahu Baru

Upacara melepas perahu baru memiliki fungsi untuk meminta doa supaya perahu yang baru dibuat dan akan digunakan akan kuat dan awet. 

Selain itu, agar dapat membawa rezeki yang cukup banyak dan selalu selamat dari gangguan makhluk-makhluk jahat di laut maupun makhluk darat.

11. Upacara Adat Waktu Bertani

Upacara adat Betawi yang terakhir yaitu upacara waktu bertani yang dilakukan saat ingin memulai pekerjaan di sawah seperti menanam, menuai hingga menyimpan padi di lumbung. 

Upacara ini bertujuan untuk memohon berkah dan keselamatan agar hasil panen yang berlimpah.

Nah, itulah ulasan tadi tentang upacara adat Betawi sangat populer. Upacara tersebut tentu memiliki kegunaan nya masing-masing. Semoga bermanfaat untuk kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.