Mengenal 10 Nama Rumah Adat Jawa Timur yang Memiliki Keunikan dan Ciri Khasnya Sendiri

Jawa Timur adalah salah satu provinsi terluas di antara 6 provinsi yang ada di pulau Jawa. 

Jumlah penduduknya menempati posisi kedua setelah Jawa Barat dan tergolong masyarakat heterogen. Bentuk dari rumah adat ini mempunyai desain yang serupa. 

Biasanya, rumah ini juga sering dikenal dengan rumah joglo yang berbentuk limasan atau dara gepak. 

Ada beberapa wilayah yang masih melestarikan ciri khas rumah adat ini. Wilayah tersebut berada di daerah Situbondo yang dikenal dengan rumah adat situbondo. 

Jenis-Jenis Rumah Adat Jawa Timur

Jawa Timur memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Salah satu budaya nya yaitu rumah adat. Rumah adat Jawa Timur bukan cuma sebatas rumah joglo saja. Tetapi mempunyai keunikan dan nilai filosofi dari bangunannya masing-masing. 

Nah, apa saja sih rumah adat tersebut? 

Yuk simak pembahasan berikut.

1. Rumah Adat Dhurung

Rumah adat Jawa Timur yang pertama yaitu dhurung. Rumah adat ini mempunyai pondasi yang berbentuk seperti gubuk. Pada bagian atapnya terbuat dari rumbai daun pohon atau daun. 

Biasanya, rumah adat ini dipakai untuk tempat beristirahat setelah bekerja di ladang maupun di sawah. Dimana, rumah ini terletak di bagian depan rumah yang berukuran  kecil hingga besar. 

Kenunikan dari rumah ini memiliki ukiran yang sangat indah pada bangunannya. Bangunan rumah ini memiliki ukiran yang indah dan ada juga memiliki ukuran seperti jebakan tikus (Jepang) yang mengganggu padi warga. 

Rumah adat ini dapat dijumpai di Kecamatan Sangkapura, kecamatan Tambakdahan Kabupaten gresik. 

2. Rumah Adat Suku Tengger

Rumah adat suku tengger terkenal dengan keunikan bentuk atapnya seperti meruncing dan meninggi ke atas. Dengan bangunan yang tinggi, rumah adat ini terkenal cuma mempunyai 1 sampai 2 jendela saja. 

Pada bagian depan rumahnya terdapat tanaman bunga dan ada tempat untuk bersantai. Lalu, material utama yang digunakan untuk membangun rumah yaitu papan dan kayu. 

Biasanya, masyarakat yang berada di daerah gunung Bromo akan membangun rumah secara berdekatan. Jadi, konsep pada bangunan rumah adatnya tidak teratur. 

Jarak antara rumah ke rumah lain cuma sepetak jalan untuk pejalan kaki. Bentuk rumah adat ini bertujuan untuk menghalau angin yang kencang, cuaca buruk dan agar dapat menjaga setiap rumah dari hempasan angin. 

Hal ini yang membuat solidaritas masyarakat tinggi dengan membangun rumah dan memikirkan warga lain disekitarnya.  

3. Rumah Adat Osing

Rumah adat osing dapat dijumpai di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Bentuk rumah adat osing ini memanjang dari depan ke belakang. Keunikan dari rumah adat ini yaitu jumlah tikel yang melambangkan status sosial. 

Tikel tersebut mempunyai empat atap, crocogan tiga atap dan barisan dengan dua atap. Rumah adat ini memiliki tiga bagian, yaitu balai (ruang tamu), rumah (ruang keluarga) dan pawon (dapur).

Biasanya, balai dipakai untuk menyambut tamu yang datang. Dimana, ada disediakan terlebih dahulu beberapa kursi, meja atau tikar yang dipakai saat mereka datang. 

Pada bagian rumah dipakai untuk kepentingan keluarga. Lalu, bagian pawon digunakan untuk aktivitas dapur.

4. Rumah Adat Joglo Situbondo 

Rumah adat Jawa Timur selanjutnya yaitu joglo situbondo. Biasanya, rumah adat ini sering dijumpai di daerah Ponorogo. 

Bentuk dari bangunannya serupa dengan rumah joglo khas Jawa Tengah. Bahan dasar untuk membuat rumah ini yaitu kayu jati. Dimana, pembangunannya harus sesuai dengan kepercayaan adat suku Jawa. 

Hal ini dapat terlihat dari pondasinya, jumlah tiang utama, tanah yang diratakan yang disebut dengan bebatur. 

Bebatung tersebut lebih tinggi dari tanah yang ada di sekelilingnya. Susunan dari rumah adat ini melambangkan keharmonisan antar sesama manusia dan alam sekitarnya. 

5. Rumah Adat Joglo Sinom

Rumah adat ini tergolong ke dalam salah satu jenis rumah adat Jawa Timur berupa joglo. 

Perbedaan nya hanya bangunannya saja. Konsep dasar dari rumah adat ini yaitu dengan memakai teras keliling di setiap sisinya dibuat tinggi dan bertingkat.

Rumah adat ini terdiri atas 36 pilar dengan 4 di antaranya seperti saka guru atau tiang utama.

Rumah adat ini serupa dengan rumah Joglo pada umumnya, rumah ini juga mempunyai area-area yang khusus yang bernama:

  • Senthong tengen
  • Senthong kiwa
  • Senthong tengah

Selain rumah adat joglo sinom, ada juga yang bisa menemukan rumah joglo khas Jawa Timur lainnya, berupa:

  • Rumah Joglo Pangrawit
  • Rumah Joglo Hageng
  • Joglo Situbondo

7. Rumah Adat Limasan Tramas Lawakan 

Rumah adat Jawa Timur selanjutnya yaitu limasan tramas lawakan. Keunikan dari rumah adat ini yaitu penambahan beranda di sekitar bangunan. 

Atap utamanya berbeda dengan bentuk teras yang dimiringkan. Ada beberapa batang yang berada di tengah, dua kamar yang dibuat di pedalaman.  

Kemudian, terdapat 4 sisi dari atap rumah yang masing-masing terdiri ada dua. Rumah adat ini mempunyai lebih dari 20 pilar untuk struktur utama, sehingga dalam pembangunannya tampak simetris. 

Bahan bahan yang diperlukan untuk membuat rumah ini yaitu serat kayu yang kuat sehingga serat tersebut dapat  menyerap gaya tarik, gaya tekanan dan sudah pasti kokoh. 

8. Rumah Adat Limasan Lambang Sari

Rumah adat ini mempunyai keunikan tersendiri, di mana atapnya terbuat dari balok penyambung. 

Tiang rumahnya ada sekitar 16 buah dan atap empat sisi. Jika diperhatikan ada satu bubungan kuat yang menghubungkan keempat sisi atap tersebut. 

Kemudian, pada pondasinya berbentuk umpak dengan alas tiang yang terbuat dari batu dan purus di tengah tiang bawahnya untuk pengunci tiang bangunan.

9. Rumah Adat joglo Hageng

Rumah adat joglo hageng merupakan salah satu rumah adat Jawa Timur. Kata hageng memiliki makna yaitu “besar”. 

Hal ini bisa terlihat dari bentuk rumahnya yang jauh lebih besar dari rumah adat joglo lainnya. Biasanya rumah adat ini ditempati oleh bangsawan atau orang-orang terkenal di Jawa Timur. 

Keunikan dari rumah adat ini yaitu atapnya yang cukup pendek dan tumpul. Namun, konsepnya cukup elegan dan mewah. 

Untuk halamannya luas dan ada taman dengan kolam ikannya. Bagian dalam rumahnya juga banyak ornamen-ornamen mahal khas Jawa Timur.

10. Rumah Adat Limasan Trajumas

Rumah adat Jawa Timur yang terakhir yaitu limasan trajumas. Struktur utama rumah adat ini terdiri dari 6 tiang yang sering disebut dengan saka. 

Adanya tiang dan ander dapat menjadikan rumah ini dibagi menjadi dua yang sering disebut dengan rongrongan. 

Pada bagian atap rumah ini memiliki empat sisi seperti rumah limasan pada umumnya. 

Bentuknya cukup sederhana dan memiliki konstruksinya yang sangat unik menarik. Contohnya seperti untuk bungalow dan gazebo.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang nama-nama rumah adat Jawa Timur yang mempunyai ciri khasnya sendiri. Terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.