Mengenal 11 Macam Upacara Adat Kalimantan Timur yang Cukup Populer Saat Ini dan Memiliki  Keunikannya Sendiri

Upacara adat merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan menurut adat istiadat yang berlaku di daerah setempat. 

Upacara adat Provinsi Kalimantan Timur tidak bisa dipisahkan dari agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tersebut.

Bahkan, sampai saat ini juga masih ada beberapa masyarakat suku bangsa Dayak yang meyakini adanya dewa-dewa. 

Mereka percaya bahwa di langit tinggal para roh dewa (seniang) yang memiliki tugas sendiri pada kehidupan manusia.

Nama-Nama Upacara Adat Kalimantan Timur

Ada beberapa upacara adat yang perlu diketahui di kalimantan timur. Upacara ini memiliki kebudayaan yang menarik dan tradisi unik yang ada disana. 

Berikut jenis-jenis upacara adat kalimantan timur, yakni:

1. Upacara Adat Erau

Upacara kalimantan timur yang pertama yaitu erau. Biasanya, upacara adat ini dilakukan setahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas melimpahnya hasil panen. 

Istilah “erau” berasal dari kata Melayu kutai “eroh” yang bermakna keramaian pesta ria. Secara umum, bermakna sebagai pesta rakyat. 

Pada zaman dulu, erau adalah hajatan besar untuk kesultanan Kutai dan masyarakat di seluruh wilayah kekuasaannya yang mencakup wilayah Kalimantan Timur.

2. Upacara Adat Paser Nondoi

Upacara adat paser nondoi sekaligus kegiatan bersih-bersih desa ini bisa dijumpai di Kabupaten penajam paser Utara. 

Kegiatan ini dilakukan untuk menghormati para leluhur nenek moyang dan diberikan rezeki yang cukup berlimpah. 

Dalam upacara adat ini, ada beberapa prosesi untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat yang sering dilakukan setiap malam selama 7 hari berturut-turut. 

Tradisi ini didukung dengan mempersiapkan berbagai sesaji yang digunakan oleh “pulung” atau dukun.

3. Upacara Adat Dahau

Dahau adalah salah satu upacara adat pemberian nama anak di Kalimantan Timur. 

Biasanya, upacara ini dilakukan oleh keluarga keturunan bangsawan, keluarga mampu dan keluarga bangsawan. Dimana, upacara adat ini dilakukan secara besar-besaran dan meriah. 

Untuk keluarga penyelenggara akan mengundang warga suku Dayak dari berbagai wilayah manapun. 

Bahkan uniknya lagi, upacara adat ini bisa berlangsung selama satu bulan penuh. jadi pantas jika hanya keturunan bangsawan dan keluarga mampu saja yang melakukan upacara adat ini.

4. Upacara Adat Beliatn

Upacara adat kalimantan timur selanjutnya yaitu beliatn. Upacara Beliatn merupakan salah satu ritual penyembuhan yang sering dilakukan oleh suku Dayak di Kalimantan Timur. 

Ada beberapa jenis upacara adat ini, namun yang paling terkenal dan sering digunakan yaitu beliatn bawo dan beliatn sentiyu. 

Beliatn bawo adalah salah satu upacara penyembuhan yang bisa dipimpin Tabib perempuan. 

Biasanya, upacara ini dilaksanakan untuk pengobatan ringan berupa demam pada anak-anak. 

Sedangkan, beliatn sentiyu adalah salah satu upacara beliant terbesar yang dipimpin oleh seorang tabib. Biasanya, upacara ini berlangsung selama 4 hari 4 malam. 

Sebelum upacara dilakukan, harus mempersiapkan perlengkapan, seperti menyembelih beberapa ekor babi untuk diambil darahnya, patung-patung kecil yang melambangkan hantu pengganggu, ornamen janur, ramuan dari dedaunan dan lain sebagainya.

5. Upacara Adat Tradisi Nebe’e Rau (Tanam Padi)

Tradisi nebe’e rau adalah upacara adat yang berlaku di Kalimantan Timur yang harus dibuat. 

Pada awalnya, upacara ini muncul dari rasa syukur masyarakat Dayak atas ladang mereka yang dapat ditanami padi dan berharap hasilnya akan berlimpah ruah. 

Upacara adat ini berlangsung selama satu bulan dengan acara yang ditampilkan beraneka macam, salah satunya memberi makanan sang raja kampung supaya kampung selalu terjaga dari kejahatan. 

Pada upacara adat ini ada yang namanya lali ugal. Lali ugal ini memiliki beberapa tarian yang sifatnya sakral dan banyak sekali yang melihatnya, dari tarian hudoq apah.

Namun, tarian ini hanya boleh ditampilkan di dalam lali ugal ini saja. 

Karena, disebabkan bahwa tarian ini adalah cerita masa lalu yang dijadikan sebagai pengusir hama, dari bentuk dan besarnya juga akan sangat membantu masyarakat Dayak menjaga ladang mereka.

6. Upacara Adat Kematian

Upacara adat kematian bertujuan untuk mengantarkan arwah dengan selamat ke alam baka dan tidak mengganggu yang ditinggalkan. 

Upacara kematian suku bangsa Dayak tunjung terdiri dari atas tiga jenis, yakni upacara toho, kenyau, dan kwangkai. 

Suku bangsa Dayak ini mengenal tiga jenis upacara kematian, yakni param api, kenyau, dan kwangkai. 

Sementara itu, upacara kematian suku bangsa Dayak Bahau terdiri dari lima tahap, yakni madu pate (memandikan mayat), makan berweg (memberi makan mayat), pemakaman (penguburan jenazah), mukok doq (mengusir hantu) dan hadi teknik (memandikan roh jenazah).

7. Upacara Adat Ngehawa’k

Upacara adat kalimantan timur selanjutnya yaitu ngehawa’k. Ngehawa’k adalah salah satu upacara yang sering dilakukan masyarakat Dayak dalam acara pernikahan. 

Dalam acara ini, banyak diperlihatkan benda-benda adat. Namun, banyak sedikitnya benda yang ditampilkan tergantung dari keturunan kedua mempelai tersebut. 

Jika mempelai wanita keturunan orang terkenal dan mampu, maka pihak mempelai pria harus mempersiapkan sesuai permintaan pihak mempelai wanita. 

Dalam upacara ini terdapat juga hukuman adat. Hal ini sebagai konsekuensi jika di kemudian hari terjadinya perceraian. 

Konsekuensi hukuman tersebut seperti benda benda adat dan hukum adat sesuai dengan kesalahan yang dilakukan dari kedua belah pihak. 

Denda atau hukuman adat ini cukup, karena hal ini sama dengan melanggar adat istiadat dari adat Dayak itu sendiri. 

8. Upacara adat Beluluh

Upacara adat beluluh adalah salah satu simbolisasi dengan mengenai harapan para orangtua untuk bisa mendapatkan keselamatan dan kebijaksanaan. 

Upacara adat ini terkenal dengan upacara penyucian sultan dan sang putra mahkota. Upacara ini bisa dijumpai di akhir atau awal tahun dengan pembukaan acara atau festival besar. 

Untuk masyarakat setempat, tradisi ini bisa membuat seseorang menjadi suci kembali seperti orang yang baru dilahirkan.

9. Upacara Adat Mamat dan Belawing

Upacara mamat dan belawing berasal dari Kalimantan Timur. Upacara adat ini merupakan tradisi pada suku bangsa Dayak. 

Kegiatan ini menceritakan tentang kemenangan, kejayaan, keberanian prajurit perang tradisional, dan untuk menolak roh jahat.

10. Upacara Adat Ngugu Tahun

Tradisi ngungu tahun adalah salah satu upacara adat suku bangsa Dayak Bahau untuk memelihara tahun. 

Upacara adat ini bisa dijumpai dalam suku bangsa Melayu kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nama erau pelas tahun.

11. Upacara Adat Bob Jengau

Upacara adat kalimantan timur yang terakhir yaitu bob jengau. Bob jengau merupakan salah satu upacara adat menanam padi ladang pada suku bangsa Dayak modang. 

Upacara ini bisa dijumpai pada suku-suku lain, seperti upacara hudoq (suku bangsa bangsa Dayak kenyah), dongei (suku bangsa Dayak bahau) dan kwangkai (suku bangsa Dayak tunjung dan benuaq).

Nah, itulah pembahasan tentang tentang upacara adat kalimantan timur dengan memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.