Mengulas 10 Nama Upacara Adat Jawa Timur yang Terkenal Di Indonesia dengan Memiliki Ciri Khasnya Sendiri

Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang kaya akan seni, budaya dan tradisi. 

Contoh dari ragam tradisi dan budaya Jawa Timur berupa makanan khas, tari tradisional, senjata tradisional dan upacara adat. Nah, kali ini saya akan membahas tentang upacara adat Jawa Timur. 

Upacara adat adalah ritual yang sering dilakukan bersama-sama dengan memiliki hubungan etnis di dalamnya. 

Jawa Timur memiliki upacara acara adat yang sangat unik dan harus dipertahankan sampai sekarang. 

Apa saja sih upacara adat tersebut? 

Yuk simak ulasan berikut!

Macam-Macam Upacara Adat Jawa Timur

Upacara adat Jawa Timur pasti mempunyai keunikan dan ciri khas nya sendiri. 

Walaupun beberapa upacara adat  sudah dipengaruhi oleh budaya dari luar, namun upacara adat ini  masih mempunyai karakter yang khas dan harus dilestarikan

Nah, ini dia macam-macam upacara adat Jawa Timur, antara lain yaitu:

1. Upacara Adat Bantengan

Upacara adat Jawa Timur yang pertama yaitu bantengan. Pada zaman kerajaan singosari munculnya upacara bantengan. 

Ada relief yang menceritakan tentang macan melawan banteng dan penari yang memakai topeng banteng candi jago di Malang yang menjadi salah satu bukti bahwa upacara adat ini lahir pada zaman tersebut.

Upacara adat ini masih berkembang pesat hingga saat ini di kawasan pegunungan bromo tengger. 

Dimana, keseniaan ini dimainkan oleh dua orang yang membentuk seekor banteng.

Ketika berlangsung, ada sebuah pertunjukan kesurupan ke dalam tubuh para pemain. Dengan kondisi tersebut, gerakan para pemain menjadi sangat agresif dan nggak bisa terkontrol.

2. Upacara Adat Ngurit

Upacara adat ngurit ini termasuk kedalam upacara pertanian yang sering dilakukan untuk permintaan perlindungan. 

Biasanya sering dibilang sebagai ucapan terima kasih kepada sang pencipta. Dimana, upacara ini bisa dijumpai di desa sawoo dan grogol.

3. Upacara Adat Seblang

Upacara adat seblang adalah salah satu ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat suku Osing di desa Bakungan dan desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. 

Upacara adat ini digunakan sebagai bersih-bersih desa dan tolak bala supaya lingkungan desa selalu dalam keadaan aman, tentram dan bahagia. 

Upacara adat ini dimulai dengan sebuah ritual yang dibuka oleh sang gambuh. 

Penari tersebut ditutup matanya oleh kaum ibu-ibu yang berada di belakangnya sambil memegang sebuah tampah atau nampan yang terbuat dari bambu. 

Lalu, sang gambuh mulai mengasapi sang penari dengan asap dupa dengan membacakan mantra sampai sang penari kerasukan.

4. Upacara Adat Kasada

Upacara adat Jawa Timur selanjutnya yaitu kasada. Kasada adalah salah satu ritual adat yang berasal dari masyarakat suku Tengger di kawasan gunung Bromo. 

Upacara adat ini dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat setempat kepada Tuhan yang Maha Esa. 

Pada awalnya, upacara ini dilakukan untuk memperingati pengorbanan Raden Kusuma. 

Raden kusuma adalah anak dari jaka seger dan roro anteng yang jadi leluhur masyarakat setempat. Upacara ini diperingati setiap tanggal 14 sampai 16 bulan kasada.

5. Upacara Adat Keduk Beji

Upacara keduk beji adalah salah satu tradisi yang sering dilakukan setiap hari selasa Kliwon menurut penanggalan Jawa dan Islam di desa Tawun, Kecamatan kasreman, Kabupaten ngawi, Jawa Timur. 

Tujuan dari upacara ini yaitu untuk melestarikan dan mengembangkan adat budaya desa Tawun yang ada sejak zaman dulu. 

Upacara adat ini yaitu penggantian kendi yang disimpan di pusat sumber air beji yang berada di dalam goa. Lalu, setiap tahunnya, air beji di ganti supaya sumber air terjaga kebersihannya. 

Sumber air beji yang berada di taman wisata tawun yang sering digunakan untuk minum, pengairan sawah dan lain sebagainya. 

Upacara ini dimulai dengan melakukan pembersihan kotoran di dalam sumber air beji. Seluruh masyarakat, khususnya laki-laki akan turun untuk mengambil sampah yang menumpuk selama setahun. 

Saat pembersihan, laki-laki tersebut sambil menari dan melakukan tradisi saling pukul menggunakan ranting yang diiringi dengan tabuhan gendang. 

Kemudian, dilanjutkan dengan proses penggantian kendi di dalam sumber air tersebut.

6.Upacara Adat Dam Bagong

Upacara adat dam bagong sering dilakukan untuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memperingati jasa pembuatan manak sopal. 

Upacara ini sering dilakukan saat peringatan bersih dam bagong yang dilakukan dengan cara melempar kepada kerbau yang baru disembelih ke bendungan. 

Lalu, kepala kerbau tersebut direbut oleh masyarakat sekitar. Setelah selesai, upacara ini dilanjutkan oleh ruwatan wayang kulit dengan cerita Udan Mintoyo serta ziarah ke makam menak sopal. 

Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur atas jasa Ki Ageng menak sopal yang sudah berhasil membangun pusat irigasi persawahan. Dimana, tradisi ini dilakukan saat memasuki bulan selo, tepatnya jumat Kliwon.

7. Upacara Adat Sandhur

Sandhur adalah salah satu upacara adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura, khususnya para nelayan dan petani. 

Upacara adat ini sebuah ritual untuk mereka agar bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk gaib. 

Tujuan dari upacara adat ini untuk mengusir musibah, menghormati makam keramat dan meminta hujan turun.

Pada kegiatan utamanya  dibuat sebuah tarian yang diiringi dengan alunan musik. 

Biasanya, saat di tengah pertunjukan, ada dua peserta yang akan mengalami kesurupan sebagai mediator untuk berdialog dengan makhluk dari dunia lain.

8. Upacara Adat Ruwatan

Upacara adat Jawa Timur berikutnya yaitu ruwatan. Ruwatan menjadi salah satu upacara adat yang masih berkembang dan populer hingga saat ini masih dilakukan. 

Kata ruwat berasal dari bahasa Jawa yang berarti “membuang sial” atau menyelamatkan orang dari gangguan gaib”. 

Tujuan dari upacara adat ini yaitu agar saat menjalani ritual seseorang dapat memperoleh berkah seperti keselamatan, kesehatan, kedamaian, ketentraman jiwa, kesejahteraan dan kebahagiaan. 

Biasanya, ritual ini dilakukan dengan menampilkan wayang yang ditangkap oleh seorang dalang yang mempunyai kemampuan khusus dalam bidang ruwatan.

9. Upacara Adat Kasodo

Upacara adat kasada dilakukan setiap tahun saat bulan purnama. 

Tujuan dari upacara adat ini untuk meminta panen yang berlimpah, meminta tolak bala dan meminta kesembuhan dari berbagai penyakit lainnya. 

Ritual ini dimainkan dengan cara melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo. Lalu, masyarakat tengger lainnya harus berada di tebing kawah untuk menangkap sesaji yang dilempar tersebut.

10. Upacara Adat Sembonyo

Upacara adat Jawa Timur yang terakhir yaitu sembonyo. 

Sembonyo merupakan salah satu upacara adat sedekah laut yang sering dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat lokal nelayan Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. 

Upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah ruah dan permohonan akan keselamatan masyarakat nelayan prigi yang sedang mencari ikan di laut. 

Upacara adat ini dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kebudayaan kota Trenggalek, khususnya masyarakat pesisir pantai Prigi.

Demikianlah, 10 ulasan tentang upacara adat Jawa Timur dengan memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.